Pastor Karl Staudinger S.J. mendirikan tempat penitipan anak yang disebut Balai Balita di Teluk Gong, Jakarta Utara.
Balai Balita dipindahkan ke Jalan Lele, Teluk Gong. Gereja Paroki Sang Penebus dipindahkan ke Pluit dan berganti nama menjadi Paroki Stella Maris.
Balai Balita dipindahkan ke Jl. Lele (lokasi saat ini). Balai Balita dikembangkan menjadi Taman Kanak-Kanak "ALITA", kemudian dilanjutkan dengan Sekolah Dasar.
Yayasan Stella Maris resmi memiliki empat jenjang pendidikan: TK, SD, SMP, dan SMA. Berkat rahmat Tuhan dan kerja keras Pastor Yohanes Casonato S.X. serta Bapak Hasan Basri, dibangunlah gedung TK-SD yang permanen.
Pastor Suryo Prayogo S.X., pakar pendidikan, memimpin dan membenahi segala kebutuhan sekolah. Mutu pendidikan terus ditingkatkan secara signifikan.
Gedung berlantai 4 diresmikan pada tanggal 20 Oktober 1991, kini dikenal sebagai gedung SLTP-SMU Stella Maris. Tonggak baru bagi perkembangan yayasan.
Dengan lebih dari 500 siswa aktif, 100 guru & tenaga kependidikan, dan 120.000+ alumni, Stella Maris terus menjadi pilar pendidikan Katolik di Jakarta Utara.
"Menjadi rumah kedua yang menggembirakan, mencerdaskan, dan memandirikan."
Imam Jesuit, lulusan Universitas Gregoriana Roma. Pengalaman 20+ tahun dalam pendidikan Katolik Indonesia.
MBA Universitas Atmajaya. 15 tahun pengalaman manajemen pendidikan swasta Katolik.
Magister Pendidikan Universitas Pelita Harapan. 18 tahun pengalaman administrasi sekolah Katolik.
Akuntan bersertifikat, lulusan FEUI. 12 tahun mengelola keuangan institusi pendidikan.
Sarjana Komputer Universitas Bina Nusantara. 10 tahun pengalaman administrasi dan sekretariat yayasan.